Masjid Raya Sumatera Barat kolaborasi bersama Islamic Centre Cambodia

admin.masjidraya 02 Agustus 2023 08:45:00 WIB 378 kali dibaca

Tandatangani Letter Of Intent dengan Provinsi Phnom Penh, Kamboja.
Gubernur Mahyeldi : InsyaAllah akan Saling Menguntungkan.

Padang-- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Phnom Penh, Imran Hassan menandatangani Letter Of Intent (LOI) kerjasama antara Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan Provinsi Phnom Penh, Kamboja untuk bidang pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan budaya.

Gubernur Mahyeldi menilai ini adalah momentum strategis bagi kedua daerah untuk saling mengembangkan potensi melalui jalinan kerjasama dan kemitraan yang saling menguntungkan dimasa yang akan datang.

"Saya percaya, kerjasama ini akan berkontribusi positif untuk perkembangan kedua daerah," kata Gubernur Mahyeldi di Padang, Rabu (02/08/2023).

Gubernur menggarisbawahi, LOI tidak akan berdampak signifikan jika tidak ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ia mendorong, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera lakukan pembahasan ke arah itu.

Seandainya untuk menindaklanjuti itu butuh kajian dan dukungan tim teknis, Gubernur mendorong segera saja itu dibentuk, agar apa yang telah disepakati dapat segera menjadi program kongkrit yang berdampak luas untuk kesejahteraan masyarakat.

"Jika memang diperlukan, kita bentuk semacam tim kerjasama guna memastikan komunikasi dan kolaborasi jadi lebih intens dan membuahkan hasil nyata," tegas Mahyeldi.

Menurutnya, Sumbar memiliki banyak produk unggulan yang bisa dikerjasamakan dalam bidang perdagangan dengan Kamboja yang dinilainya sebagai pintu gerbang ke banyak negara.
 
"Kami pernah datang ke Kamboja untuk menjajaki sektor perdagangan. Salah satu produk kita yang diminati adalah sarang burung walet," kata Gubernur Mahyeldi.
 
Dalam hal pendidikan menurutnya sudah ada program beasiswa mahasiswa Kamboja yang berkuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Unand. Ke depan ia berharap, semua universitas di Sumbar bisa tergabung dalam kerja sama ini untuk S1, S2, hingga S3.
 
"LoI ini juga membuka peluang bagi generasi muda Sumbar untuk bisa berkuliah di Kamboja. Jadi ini keuntungannya kita rancang timbal balik," ujarnya.
 
Dalam hal pariwisata, dua daerah memiliki potensi dan pesona masing-masing sehingga bisa saling berbagi ilmu dan informasi untuk pengembangan sektor tersebut.
 
Sementara itu Wakil Gubernur Phnom Phen, Imran Hassan menyebut, pihaknya sangat antusias dengan LoI yang telah ditandatangani tersebut dan berharap kerja sama dua daerah bisa terjalin lebih erat.
 
Ia menyebut Phnom Phen adalah daerah yang memiliki sejarah peradaban sejak 1432 atau telah berumur 560 tahun dan sekarang terus berkembang.
 
"Kerja sama dengan Sumbar tidak hanya didukung oleh Pemprov Phnom Phen tapi juga didorong oleh PM Kamboja, Hun Sen," katanya.
 
Menteri Senior Kamboja,  Oknha Datuk Dr Othsman Hassan menyebut Bank Dunia telah merilis laporannya yang menyatakan bahwa Kamboja adalah salah satu negara dengan laju pertumbuhan yang baik.
 
Masyarakat Muslim di Kamboja meskipun minoritas mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari pemerintahan PM Hun Sen sehingga cukup banyak organisasi islam yang berdiri di negara itu.

"Diharapkan kerja sama dengan Sumbar akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak," kata Menteri Senior Kamboja
 
Ia juga berharap ke depan, beasiswa bagi mahasiswa Kamboja yang kuliah di Sumbar bisa terus ditingkatkan dan tidak hanya terhadap mahasiswa Muslim tetapi juga non Muslim.

Masjid Raya Sumatera Barat juga menandatangani MoU bersama Islamic Centre Cambodia, semoga kerja sama ini saling memberikan kebaikan dan keberkahan bagi kedua daerah.
 
Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Sumbar, Doni Rahmat Samulo mengatakan kerja sama dua daerah itu telah mendapatkan restu dari Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri RI. Bahkan draft kerja sama yang ditandatangani adalah hasil evaluasi dua kementerian itu.
 
Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pertimbangan Presiden Dr (HC) dr. Agung Laksono dan politisi senior Yasril Ananta. (adpsb)